Pages

Tuesday, January 8, 2013

FAKTOR KUNCI KREDIT RUMAH
Oleh: Mike Rini 


Dikutip dari Danareksa.com 

Membeli rumah mereka melalui kredit rumah, bisa jadi merupakan ikatan, komitmen atau perjanjian hutang piutang terbesar dan terpanjang yang mungkin pernah Anda putuskan. Karena harga rumah yang mahal maka semakin besar pula kredit rumah yang dibutuhkan dan semakin panjang pula waktu untuk mengembalikannya, biasanya berlangsung sampai antara 10 sampai 15 tahun dari hidup Anda.
Jika kita perhatikan saat ini di pasaran kredit rumah telah banyak terjadi perubahan. Kredit rumah yang banyak disuplai dari bank telah membuat berbagai penawaran yang variatif untuk menarik minat masyarakat agar mau mengambil produk kredit rumahnya. Kenyataan bahwa telah terjadi perubahan di dunia perbankan, dimana banyak pemain lama yang kandas dan adanya pemain baru yang muncul juga semakin menambah suasana kompetisi yang panas. 

Dengan semakin banyaknya pilihan kredit rumah ini seharusnya memang semakin menguntungkan bagi kita para calon konsumen. Sayangnya mendapatkan kredit rumah dari bank tidak menjadi lebih mudah dari tahun ke tahun. Untung saja, kita tidak harus membuat antrian panjang di bank untuk mengajukan kredit rumah. Walaupun demikian, proses persetujuan kredit rumah tetap saja harus melalui berbagai tahap proses penyaringan. 

Kerumitan itu bahkan terus bertambah dengan macam-macam proses administrasi dan legalisasi yang memang sudah satu paket yang tidak terpisahkan dengan kredit rumah. Belum lagi biaya-biaya seputar transaksi pembelian rumah berikut biaya pengikatan kreditnya, serta biaya administrasi lainnya. Tidak heran jika banyak orang menganggap proses mendapatkan kredit rumah itu sangat panjang dan rumit.
Namun, jangan putus asa, memilih kredit rumah yang sesuai dengan Anda tidak sesulit yang Anda bayangkan, dan berharap agar permohonan kredit rumah Anda disetujui bukanlah tidak mungkin, jika Anda menjalankan beberapa langkah dasar berikut ini. 

Saya membutuhkan pinjaman untuk membeli rumah.

Darimana saya harus mulai ?
Area paling penting yang pertama kali harus Anda analisa adalah kemampuan finansial Anda. Tidak ada gunanya jika Anda memaksa meminjam di luar kesanggupan Anda mengembalikannya. Jika Anda melakukannya juga, Anda mungkin berakhir dengan memiliki rumah impian Anda, namun menderita secara finansial ketika dari waktu ke waktu mencoba memenuhi kewajiban pembayaran cicilan kredit rumah yang terlalu besar sambil berusaha sekuat tenaga memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari yang cenderung meningkat tiap tahun.

Jadi bagaimana saya memastikan bahwa saya mengambil kredit rumah yang tidak akan membayakan kondisi keuangan saya ?
Pada umumnya bank-bank sebagai pihak yang memberikan pinjaman atau sebagi pihak kreditur akan membantu Anda menghitung berapa jumlah pinjaman kredit rumah yang berada dalam wilayah kesanggupan finansial anda. Ketika menganalisa kesanggupan Anda dalam meminjam, bank bisanya menggunakan 5 faktor sebagai pertimbangan dalam menentukan berapa besarnya pinjaman.

Lima faktor itu adalah, penghasilan Anda saat ini, jumlah hutang yang berjalan dan berapa jumlah cicilan hutangnya per bulan, besarnya pembiayaan sendiri, sejarah hutang Anda sebelumnya, dan keberlangsungan penghasilan Anda.
Dengan mengetahui ke 5 faktor kunci ini, diharapkan bisa membantu Anda memperkirakan terlebih dahulu berapa besarnya jumlah kredit rumah yang sanggup Anda pinjam dan yang bisa disetujui bank Anda.
  1. Penghasilan
    Untuk menghitung berapa besarnya maksimal pinjaman yang bisa diberikan berdasarkan penghasilan saat ini, biasanya bank menggunakan metode yang sederhana saja yaitu menggandakan penghasilan utama ditambah penghasilan ke dua, yang biasa dikenal dengan metode “ tiga ditambah satu “. Jadi jumlah pinjaman maksimal adalah “3 kali penghasilan utama pertahun, ditambah satu kali penghasilan ke dua per tahun”. Contohnya begini jika, jika pasangan suami istri mengajukan kredit rumah, dimana penghasilan suami Rp 5 juta perbulan atau Rp 60 juta pertahun, dan penghasilan istri Rp 3 juta per bulan atau Rp 36 juta per tahun, maka bank kemungkinan akan bisa memberikan maksimal pinjaman sampai dengan jumlah Rp 216 juta. Namun jika Anda masih single maka yang diperhitungkan adalah penghasilan utama saja sebab belum memiliki joint income dengan pasangan.
    Jenis penghasilan yang dipertimbangkan oleh bank bervariasi, namun secara umum penghasilan yang rutin dan terjamin atau sudah pernah diterima secara rutin dimasa lalu-lah yang diperhitungkan. Sebaliknya penghasilan yang tidak rutin atau sesekali saja seperti uang lembur, kemungkinan besar akan diabaikan.
    Bank juga akan membutuhkan bukti tertulis yang bisa memverifikasi penghasilan Anda dan untuk mengecek kebenarannya kemungkinan akan langsung bertanya kepada perusahaan pemberi kerja Anda. Bukti tertulis yang diminta berupa slip gaji terakhir, surat keterangan lama bekerja, kemudian fotocopy dari buku tabungan Anda selama 3 bulan terakhir. Jika Anda seorang wirausahawan maka data-data keuangan yang diminta biasanya berupa fotocopy rekening tabungan atau giro Anda di bank. Kemudian untuk memverifikasi usaha Anda biasanya juga diminta data-data ijin usaha seperti NPWP, SIUP, TDP, dan lain-lain.
    Namun dengan kriteria ini, apa boleh buat, buat Anda yang penghasilannya kecil maka jumlah pinjaman yang diberikan bank juga kecil, dan semakin besar penghasilan Anda, maka semakin besar pula pinjaman yang bisa diberikan.
  2. Hutang atau kewajiban yang berjalan
    Jika saat ini Anda sudah memiliki hutang yang berjalan, dengan kewajiban pembayaran cicilan hutang bulanan, maka otomatis bank akan mengurangi jumlah pinjaman yang bisa diberikan berdasarkan penghasilan Anda. Hal ini disebabkan kewajiban yang berjalan tadi sudah mengurangi kemampuan Anda dalam mengambil pinjaman berikutnya, juga mengurangi kemampuan Anda dalam membayar cicilan hutang bulanan selanjutnya. Bayangkan jika kita sudah memiliki cicilan hutang saat ini, kemudian ditambah lagi dengan cicilan kredit rumah. Berapa banyak penghasilan kita yang sudah dihabiskan untuk membayar cicilan hutang saja ? Jika cicilan hutang kita terlalu besar, akibatnya kita akan kesulitan membayar pengeluaran rumah tangga lainnya. Bank tidak ingin Anda terus mengalami kesulitan likuiditas ini selama dalam masa pembayaran kredit rumah Berapa besar jumlah pinjaman kredit rumah yang akan disesuaikan akan tergantung dari besarnya jumlah hutang yang berjalan ini.
    Penyesuaian biasanya dilakukan dengan dua pendekatan – bank akan mengurangi jumlah pinjaman kredit rumah, atau menyesuaikan besarnya jumlah cicilan bulanan. Batas maksimal total cicilan hutang bulanan sebuah keluarga yang dianggap aman oleh bank adalah sebesar 30% saja dari total penghasilan bulanan keluarga. Berdasarkan metode kedua maka bank akan menyesuaikan besarnya jumlah cicilan kredit rumah, agar jika ditambahkan dengan cicilan hutang sebelumnya jumlahnya tidak melebihi batas maksimal tadi. Kesimpulannyanya semakin banyak hutang Anda yang berjalan, maka semakin kecil kemungkinan mendapatkan pinjaman baru dari bank atau tidak sebesar yang Anda inginkan.
  3. Besarnya pembiayaan sendiri
    Terlepas dari faktor penghasilan seseorang, maka besarnya jumlah kredit rumah juga disesuaikan dengan harga rumah yang akan dibeli. Namun pada umumnya bank tidak memberikan 100% pinjaman berdasarkan harga rumah, namun rata-rata sekitar 70%nya saja dari harga rumah, sisanya harus dibiayai sendiri oleh Anda.Pada kenyataannya saat ini beberapa bank bahkan mau membiayai sampai sebesar 80% hingga 90% dari harga rumah. Bank memang meminta calon peminjam untuk turut membiayai pembelian rumahnya, yang dianggap sebagai uang muka yang dibayarkan kepada penjual rumah. Uang muka ini harus Anda siapkan sendiri, sehingga walaupun Anda membeli rumah dengan kredit rumah, Anda tetap harus mempersiapkan sejumlah uang tunai untuk sisa harga rumah yang tidak dibiayai bank. Semakin besar kemampuan pembiayaan sendiri, maka semakin kecil pula risiko untuk bank, sehingga semakin besar peluang Anda mendapatkan kredit rumah. Namun dilain pihak, jika jumlah pembiayaan sendiri semakin besar maka jumlah pembiayaan dari bank semakin kecil.
  4. Sejarah hutang sebelumnya
    Jika Anda pernah memiliki sejarah hutang yang kurang baik sebelumnya, maka jangan heran jika pada saat ini lebih sulit bagi Anda untuk mendapatkan pinjaman bank. Begitu permohonan kredit rumah Anda diterima bank maka bank segera akan mencari data-data sejarah hutang Anda dimasa lalu. Apakah Anda pernah punya cicilan hutang yang macet di tempat lain dan belum selesai sampai sekarang, apakah pernah berurusan dengan pengadilan sehubungan dengan perkara pinjam meminjam. Kebijakan masing-masing bank berbeda-beda dalam menilai dan bertoleransi tentang sejarah hutang masa lalu ini. Jika perkaranya sudah selesai dan Anda telah mengatakan sebelumnya kepada pihak bank sebelum diminta – atau sebelum bank mencari tahu sendiri, mungkin bisa jadi nilai tambah buat Anda dan meningkatkan kepercayaan bank kepada Anda. Yang pasti, besar kecilnya pinjaman yang diberikan akan disesuaikan dengan faktor risiko gagal bayar yang pernah terjadi di masa lalu.
  5. Keberlangsungan penghasilan Anda
    Walaupun kebiasaan berpindah-pindah pekerjaan atau perusahaan tempat bekerja cukup bisa dimaklumi, namun bank lebih menyukai calon peminjam dengan masa kerja yang lebih stabil dengan peningkatan karir yang cukup baik. Paling tidak pada perusahaan yang sekarang ini masa kerja Anda sudah lebih dari 2 tahun dan sudah diangkat sebagai pegawai tetap. Buat Anda yang berwirausaha, maka bank akan sangat mempertimbangkan berapa lama bisnis Anda sudah berjalan.
Alasannya sederhana karena semakin lama usia bisnis tersebut berarti sudah berjalan cukup baik dan lebih berpengalaman untuk bisa bertahan di masa yang akan datang. Minimal 2 tahun dari usaha yang berjalan dinilai cukup aman oleh bank dalam memberikan kredit kepada para wirausahana.
Masa kerja dan status kepegawaian bagi Anda yang karyawan, kemudian lamanya usaha Anda sudah berjala bagi Anda yang pengusaha, merupakan hal-hal yang dipertimbangkan bank sebagai indikasi keberlangsungan penghasilan Anda di masa depan, dan tentunya mempengaruhi kemampuan mengembalikan pinjaman nanti. Intinya semakin terjamian keberlangsungan penghasilan Anda di masa depan, maka kemungkinan bank memberikan pinjaman sebesar yang Anda butuhkan semakin besar.
Salam
Mike Rini
Perencana Keuangan

Friday, December 21, 2012

Pengalaman Ditolak atau Diapprove pengajuan KPR

Hai kaskuser ... share dong pengalaman nya yg oernah ajuin KPR .. di bank mana aja, bunga nya dan persyaratannya gimana ...

terus proses nya gimana ..

dan hasilnya apa ada yg pernah ditolak atau di approve ..

mungkin bisa berbagi tips dan trick nya disini ??



kpr 200 jt-an lebih ... persyartn spt biasa bro ... walopun gaji ane ga gede2 amat tp laporan pajak sptnya alias total penghasiln pertahun mayan gede jadi di approve deh ... ambil btn bunga 10% .... triknya std aja rek tabungn dibikin stabil pemasuknnya ...


Bantu info dikit dari pengalaman:

basic analysis dari si bank tsb adalah:

1. gaji/income per bulan (gross), rule of thumb nya harus 3x lipet dari nilai angsuran KPR per bulannya.
jadi cicilan per bulan KPR yang diambil, harus 1/3 dari total gaji atau income kotor yang diterima per bulan.

2. gaji atau income bulanan, kalo karyawan harus dibuktikan dari slip gaji atau SPT (ini lebih penting dari rekening 3/6 bulan terakhir) karena slip gaji dan SPT biasanya susah untuk di rekayasa, terutama untuk SPT tahunan).

3. rekening koran 3-6 bulan terakhir harus stabil (bener kata juragan diatas). dalam arti harus bisa dibuktikan pemasukan seperti yang kita sebutkan. dan pengeluaran juga harus stabil dan tidak boleh lebih besar dari pemasukan. artinya kalo bisa saldo nya itu terus nambah keatas (rajin nabung. bayangin kalo gaji 10juta, pengeluaran 9juta, mana bakal bisa bayar cicilan KPR bulanan).

4. asset tabungan, deposito atau dalam bentuk property dan lainnya. tidak diperdulikan sama sekali oleh bank. (jadi agan mau punya bukti bilyet deposito 100 milyar percuma aja, atau punya rumah 3 biji harga 5M masing2).
yang diperhatikan bener2 adalah pemasukan yang stabil. dan pengeluaran yang terkontrol.

(note. tambahan nih. kalau mau ambil kpr malahan hati2 kalo punya uang endapan di deposito atau rekening terlalu banyak. mending jangan diperlihatkan sama pihak banknya.
kenapa?
karena kalau terlihat 'cash' dalam bentuk 'liquid'nya cukup banyak.. kalau agan punya data2 kurang mendukung. misalnya setelah analysa, mereka dapatin pendapatan agan akhir2 ini gross sekitar 20juta. yang tadinya mungkin tahun2 lalu bisnis bagus bisa 50-60juta sebulan. nah karena analysa mereka 20juta. otomatis aturan dasarnya. agan bisa pinjem sekitar 6-8juta angsuran kprnya sebulan. (banding 18-20jt sebulan tahun sebelumnya).
nah kalo misalnya itungan rate angsuran bulanan nya sekitar 12juta deh.
akhirnya apa yang marketing bank lakukan?

mereka minta besarin DP nya. otomatis pinjaman KPR nya mengecil. yang akhirnya angsuran bulanan pun bisa ditekan ke angka deket2 8-10juta.
hasil akhir adalah? KPR approve, marketing nya dapet komisi, dan setelah perjuangan yang ga terlalu berat kotak katik data dll....
si bos yang minjem KPR rugi.. orang tadinya mau nya KPR nya besar, ini gara2 keliatan ada deposito atau yang lainnya. disuruh cairin dan bayarin DP lebih besar...

kira2 segitu dulu info sekilas..
detil2nya banyak lagi untuk kutak katik data dll. lebih baik punya temen atau kenalan marketing bank tersebut yang mau di ambil KPR. karena mereka2 ini yang akan bantu lebih banyak dan bisa advice lebih baik gimana caranya untuk dapat pinjaman besar, tanpa buat kantong sendiri pun bolong kebelit cicilan...



Kejadiannya dua tahun lalu (september - november 2007). Kebetulan ane ama istri ane PNS dan ane diajari ama kakak kandung ane yang kerja di BRI and om istri ane, gmn carana dapet rumah tanpa modal....
KPR khan mesti pake UM sebesar 10-30%, nah uang itu dicari dengan nyekolahin Kartu Pegawai (karpeg), Kartu Taperum dan SK pengangkatan ke Bank lain. Istilahnya ngajuin Kretap (kredit bagi pegawai berpenghasilan tetap). Ya udah... surat-surat istri ane lah yang akhirnya disekolahin ke Bank Jabar (karena ada kerjasama Bank Jabar ama kantor istri ane, jadi ngurusnya mudah dan bunganya sedikit lebih rendah dari bank lain). singkat kata dana cair sekitar 23 jt-an (padahal pengajuannya 25 jt, biasa... biaya admin ma cicilan pertama langsung mereka ptng)
Giliran ngajuin KPR maka semua persyaratannya memakai surat2 ane. Berhubung ane PNS kayaknya tuh bank pas wawancara cuma memastikan bahwa gaji ane emang segitu, tidak dilebih-lebihkan. Persyaratan yang lain tidak diinterogasi ampe detil. Pilihan Bank yang ane ma istri ane pilih adalah BNI, karena waktu bunganya flat 1 th sebesar 10,5% (BTN waktu itu 12%). Dan yang tdk kalah penting BNI cuma minta DP 10 % dari harga jual, sementara BTN minta 20%. Waktu itu gak sampe sebulan KPR langsung disetujui.
Yang ajiib lagi DP dan semua tetek bengek pengajuan KPR waktu itu abis sekitar 16-17jt. Masih sisa sekitar 6 jtan yang ane gunakan buat bangun dapur dibelakang. Waktu itu kalo ga salah dari kantong ane sendiri cuma kluar 2 jtan buat nambah2 beli semen waktu bangun dapur.
Kmaren pas bunga tinggi2nya gw kena 15% padahal BTN cuma naik 1% jd 13%. Sedih jg sih, tapi khan kalo gak lewat BNI (DP cuma 10%) ane gak sanggup beli rumah. Alhamdulillah tagihan bulan ini turun lagi karena bunganya ude turun lagi jd 13%.
Ane ma istri ane lagi ngusahain nambah kredit sebesar 30 jt (BNI bersedia nambah kredit KPR untuk biaya renovasi rumah). Tapi pengennya sih gak buat renov rumah, tapi buat modal usaha sampingan.. he..he..he...

Buat yang lagi usaha.. good luck aja ya... kalo ada niat dan usaha yang keras... pasti ada jalan koq. Waktu itu kami jg ampir nyerah, ude 5 blan nyari rumah dan nyari fulus buat DP ga dapet2...

gw 2 kali ngajuin, 2 kali di approve.
rumah pertama thn 2004, pake double income (gaji suami istri).
pake nama suami, soalnya dulu gw masih pegawe kontrak. ngajuin di bank permata
ga pake trik sih.
cuman, agak panik pas dp-nya, krn dari penilaian bank, rumah dihargai 86jt.
pdhl yg jual minta 100jt.
sedangkan bank cuman kasih 70% dari nilai appraisal dia.
alhasil, gw dpnya lumayan ngos2x-an tuh
musti nyediain duit 40jt.
pertama kali kena bunga 12% fix 1 thn.
berikutnya, sempet melambung 17%.
jalan 2 thn, ada rejeki trus dilunasi.

kedua, januari taun lalu (2008)
ngajuin di bii. krn developernya kerja samanya ama bii.
pake nama gw.
kali ini single income aja, krn penghasilan gw kebetulan sepertiganya udah bisa dipake buat nyicil itu rumah.
kali ini bank kasih 80% dari harga rumah.
fix bunga 5thn, kena 11% kalo ga salah.
yg ini ambilnya 15thn. blon ada 2 thn dah capek nyicil
tp gpp lah... sekalian investasi.
ga pake trik apa2x sih.
semua pake jalur wajar.


-2008 pinjem di bni 200jt kenak 11.65% fix 5th
-untuk tambahan biaya pembangunan rumah, yang dijaminkan tanah senilai +- 175jt + bangunan yang lom kelar senilai 150jt (total nilai bangunan 350jt)
-masuknya kredit multiguna
-angsuran max 1/3 dari nett income
-butuh sekitar 1minggu untuk di OK, setelah semua surat lengkap (pencairan + 1-2hr)

-2009 pinjem niaga 210jt kenal 10.99% fix 1th, 4 th berikut floating
-untuk pembelian tanah senilai 325jt, DP 125jt
-syarat bank untuk pembelian tanah harus DP 30%, untuk pembangunan rumah/beli rumah 20% (niaga mungkin satu2 nya yang bisa kasi kredit untuk pembelian tanah tapi masuknya kpr, kalo laennya musti multiguna yang % nya lebih gede)
-angsuran max 1/3 dari nett income
-hanya butuh 1-2hr dah OK, setelah semua syarat lengkap (pencairan + 1-2hr)

nasib nasib orang yang cuman bisa hutang ...
Sekedar share :

Aplikasi KPR bisa di approve itu ada beberapa tahapan, yaitu :

1. Lolos BI checking dan AKKI checkking...kl tahap ini uda ga lolos biasanya langsung reject, paling parah kl mengenai track record....misalnya pernah nunggak / macet sampai status kolek 5. Mau hutangnya uda lunas, kadang ga ngaruh..krn yg dilihat analis bukan dari sisi lunas apa belumnya hutang...tp indikasi pernah macet...dikuatirkan jika pinjaman disetujui maka ada kecenderungan akan macet.....
2. Verifikasi data ok....ada keselarasan data yg ada di aplikasi maupun data2 pendukung yang dilampirkan. Jangan sekali-kali kasi dokumen rekening PALSU, karena begitu ke detect langsung TOLAK.....
3. Lolos perhitungan analisa keuangan...perhitungan analisa keuangan ini ga sesimpel yang disebutkan diatas....selama angsuran 1/3 x gaji bisa langsung approve = salah besar. Ada beberapa cara perhitungan analisa keuangan, kl ditempat saya ada 3 cara.
Cara yang paling mudah adalah jika aplikan adalah karyawan yang terima gaji dengan cara transfer ke rekening, dan ada keselarasan antara slip gaji dan print out rekening.
Bocoran dikit : dari hasil BI checking, AKKI checking, dll...selain dilihat bagaimana track record seseorang, terdapat laporan kartu kredit apa saja yang dimiliki, berapa pemakaiannya? cicilan kredit di bank lain (KTA, mobil, kredit konsumsi, dll), berapa outstanding (sisa pinjaman), berapa cicilan, bagaimana pembayarannya..... Dari situ bisa dihitung berapa pengeluaran seseorang dalam 1 bulan untuk membayar kartu kredit serta pinjaman2 lain..... (Total pengeluaran + Angsuran KPR ) / income = ??? %.....Biasanya sih max 60%....
Jika semua berjalan lancar dari step 1, 2, 3....maka pinjaman pun akan disetujui....Jika step 1, 2 lolos, 3 ga lolos, ada kemungkinan tetap disetujui namun plafon turun / jangka waktu diperpanjang.

Tetapi ingat, ada batasan maksimum pencairan dana yang dilihat dari nilai appraisal agunannya....range standart 60-80% dari hasil appraisal, tp ada kalanya bisa sampai 100% dari hasil appraisal (tergantung kebijakan bank). Ini sebagai panduan plafon pinjaman yang diajukan.....
contoh : HJB (harga jual-beli) 500jt, setelah di appraisal nilai pasarnya 480jt....maka pembiayaan standart yang dapat diberikan 80% x 480jt = 384jt, kekurangan sebesar 116jt diperhitungkan sebagai DP yang harus dibayarkan kepada penjual dan sudah harus lunas sebelum pengikatan kredit....

Wednesday, December 5, 2012

Membeli rumah second


4 01 2009
Membeli rumah second bisa dikatakan ibarat mencari jodoh. Membutuhkan waktu yang cukup lama, namun kadang terasa agak mudah. Seperti halnya mencari pasangan hidup,dimana kita melihat apakah calon kita sudah memiliki kriteria yang kita inginkan atau kita idamkan begitu juga ketika membeli rumah sebaiknya tidak hanya tergiur tampilan luarnya saja, tapi juga harus mengetahui kondisi rumah tersebut secara keseluruhan. Hal ini penting dilakukan untuk menghindari biaya perbaikan yang membengkak saat anda telah pindah, berikut tips yang yang semoga bermanfaat bagi anda :
  1. Tentukan budget/ anggaran dari rumah yang akan anda beli
  2. Buatlah list keinginan atas rumah yang akan anda beli
  3. Pencarian rumah yang dijual
  4. Meminta kelonggaran waktu
  5. Periksa kondisi bangunan & lingkungan.
  6. Periksa tagihan-tagihan yang ada
  7. Periksa Status Kepemilikan
  8. Periksa Peruntukan dan Golongan Pemugarannya
  9. Periksa Kembali Harganya
  10. Pilih Notaris yang tercaya
  11. Secepatnya transaksi, minimal PPJB
  12. Pilihlah broker property yang dapat dipercaya untuk membantu kelancaran transaksi anda
Berikut penjelasannya :
  1. Tentukan budget/ anggaran dari rumah yang akan anda beli
    Sebaiknya anda lakukan kalkulasi financial atas kondisi keuangan anda. Periksa daya beli anda (setelah di jumlahkan dari segala sumber dana anda ). Tambahkan pula dalam anggaran anda minimal 10% untuk renovasi rumah, biaya transaksi, pindahan dan sebagainya.
    Pertimbangkan juga rencana anda kedepan, seperti menambah anak lagi, ingin melakukan renovasi, dsb.
    Bila anda berencana memakai KPR, rumah yang anda inginkan haruslah rumah , ber SHM, ber IMB dan mempunyai nilai jual di pasaran.
  2. Buatlah list keinginan atas rumah yang akan anda beli
    Buatlah list rumah seperti apa yang anda inginkan, lokasinya, modelnya, dll. Rundingkan dengan anggota keluarga lainnya.
    Daftar ini bisa sangat panjang. Bayangkan semua yang anda inginkan dari sebuah rumah.
    Pertimbangkan juga jumlah anggota keluarga, pertumbuhan keluarga, hobi anda, gaya hidup anda apakah suka berkumpul, berpesta atau penyendiri.
    Dan rasanya lebih nyaman pindah ke rumah yang dekat kekantor, dekat sekolah anak & banyak kerabat menjadi tetangga.
  3. Pencarian rumah yang dijual
    Carilah sebanyak mungkin rumah yang dijual. Bisa anda temukan di internet, koran, agent properti, dll, atau yang termudah untuk mencari di sekitar serpong adalah di
    sini
    Buat sebuah daftar rumah dijual yang menarik minat anda.
    Tindak-lanjuti, tanya harga, spesifikasi dan fasilitasnya. Coret yang harganya 10% diatas daya beli anda.
    Kunjungi rumah-rumah yang anda inginkan, secukupnya saja. Setelah anda menemukan rumah yang sepertinya cocok di harga dan di hati, bikin rencana untuk kunjungan lanjutan yang lebih lama.
  4. Luangkan waktu minimal 7 hari
    Katakan kepada pemilik rumah atau agen property anda bahwasannya anda menyukai rumah tersebut dan anda minta waktu untuk berpikir serta mempertimbangkan harganya, sekaligus meminta pengurangan harga.
    Buat tabel dengan 4 kolom. Kolom 1 adalah berisi daftar periksa, termasuk surat-surat rumah, fasilitas yang anda, kesesuaian dengan gaya hidup keluarga anda dll. Kolom 2,3,4 adalah buruk, sedang, bagus.
    Bawa selalu daftar yang anda buat ini sewaktu anda lakukan kunjungan. Ini untuk mengingatkan anda.
    Dan luangkan waktu anda minimal 7 hari, (kecuali anda sudah mengenal wilayah rumah itu). Ini untuk lebih meyakinkan diri, sebelum anda mengajukan penawaran, karena bisa saja begitu anda menawar harga, pemilik rumah langsung setuju… Uang muka yang anda berikan bisa hangus bila anda berubah pikiran.
    Jadi … luangkan waktu !. Anda akan tinggal lama disitu, mungkin 20-30 tahun kedepan.
  5. Periksa kembali kondisi bangunan dan lingkungan.
    - Kondisi Bangunan Sebaiknya membawa orang yang mengerti seperti kontraktor. Periksa Pondasi dan struktur bangunan. Lantai dan atap. Ada retak ? Ada bekas air di dinding yang horisontal? Ada retak yang vertikal ? Apa ada tanda serangan rayap. Anda bisa melihat dari adanya gundukan kecil tanah di beberapa tempat, kondisi kayu-kayu dirumah itu, atau dirumah sebelah, karena rayap jika ada di 1 rumah, berarti tinggal menunggu waktu untuk menyebar ke rumah yang lain. Jika semua kayu yang digunakan adalah kayu jati itu akan lebih baik. Namun perabotan kayu anda apakah semuanya terbuat dari kayu jati juga ?
    Periksa lantai apa ada yang mengembung ?
    Periksa atap, serta dinding apa ada bekas air?
    Minta denah rumah terakhir apabila pemilik memilikinya. Periksa semua ruangan yang ada didenah tersebut, apakah cocok jumlah dan ukurannya? atau ada ruangan yang hilang? Ini berguna untuk penempatan perabotan dan manajemen ruangan lainnya.
    Tanyakan usia bangunan, kapan renovasi terakhir, apa yang direnovasi dan mengapa direnovasi.
    Periksa daya dan distribusi dan kondisi kabel listrik.
    Rasakan sirkulasi udara di setiap ruangan, bila sumpek, apakah bisa diperbaiki dengan mudah atau harus dipasang AC ?
    Periksa intensitas cahaya disetiap ruangan, jika kurang cahaya, ruangan akan lembab, barang cepat berjamur dan menimbulkan bau.
    Periksa sumber air, airnya bagus? bisa dipakai minum, mandi atau mencuci mobil ?. Tutup semua kran namun buka kran utama atau hidupkan pompa air lalu cari dinding atau lantai yang basah. Jika ada dinding yang basah ini bisa jadi renovasi yang besar biayanya.
    Periksa jalur pembuangan sisa rumah tangga, WC lancar? dimana septic tank, dimana tempat pembuangan sampah dan jadwal pengambilannya.
    Periksa jalur gas dengan cara yang sama dengan pipa air, apakah ada bau gas yang terasa diruangan yang jauh dari dapur?
    Bila bangunan sudah berusia diatas 10 tahun biasanya sudah ada yang diganti.
    - Kondis Lingkungan Coba ketahui siapa tetangga anda, sudah berapa lama mereka tinggal disitu dan bila banyak rumah yang kelihatan kosong, cari tahu mengapa?, apakah didaerah tersebut pernah atau sering banjir ?, bagaimanakah akses keamanan menuju rumah tersebut ?. Ini bisa jadi petunjuk soal kenyamanan tinggal di lingkungan tersebut.
    Lalu anda coba jalani rute di hari kerja menuju tempat-tempat biasa anda (dan anggota keluarga lain) beraktifitas. Jarak ke pasar, ke rumah ibadah, ke sekolah, ke Rumah Sakit, teman, pertokoan dan lain-lain. Apakah dekat dari jalur yang dilewati angkutan umum ?. Lalu kembali berjalan-jalan disekitar rumah itu pada MALAM hari. Di hari kerja dan di hari sabtu.
    Kenapa malam hari ? selain melihat kondisi penerangan jalan juga melihat kehidupan lingkungan,
    Dokumentasikan semua kekurangan yang anda temui sebagai bahan di perundingan harga. Namun sebelum mengajukan penawaran harga….
  6. Periksa tagihan-tagihan yang ada. Pastikan pemilik lama telah membayar semua kewajibannya ( tagihan listrik, telepon, PDAM, retribusi kebersihan dan keamanan, PBB tahun berjalan, dsb )
  7. Periksa kembali status kepemilikan
    Ini satu tahap yang sangat penting. Ketahui alasan pemilik menjual rumah, siapa nama yang tercantum disertifikat, apa hubungannya dengan penjual, dll.
  8. Periksa kembali Peruntukan dan Golongan Pemugarannya
    Anda bisa menanyakan IMB nya. Salahsatu syarat pengajuan KPR adalah IMB. Jadi pastikan rumah tersebut memiliki IMB. Karena ada biaya tambahan jika IMB tersebut tidak dipegang lagi oleh pemilik.
    Golongan pemugaran bisa dilihat di IMB ataupun Dinas Tata Kota setempat. Periksa ukuran di yang tertera di sertifikat, PBB dan IMB, cocok dengan fisiknya..?
  9. Periksa kembali harganya
    Membeli di atas harga pasaran? Kemahalan…?
    Bila harganya sesuai dengan daya beli anda dan anda telah jatuh cinta pada rumah tersebut seharusnya kemahalan tidak boleh jadi suatu masalah bagi anda.
    Namun perlu dipertimbangkan sisi investasinya. Jika suatu saat anda harus menjual cepat rumah tersebut, returnnya bisa sangat kecil atau malah rugi.
    Rundingkan harga berdasarkan data yang anda miliki.
    Perhatikan sikap anda dalam berunding.
    Banyak transaksi rumah gagal karena ketersinggungan di kedua pihak.
  10. Pilih Notaris/PPAT yang terpercaya.
    Biasanya dalam transaksi pembelian rumah secara tunai, notaris/PPAT dipilih dan dibayar sepenuhnya oleh pembeli. Untuk itu anda bisa minta referensi dari saudara dan relasi anda. Sebaiknya notaris dan PPAT orangnya sama, itu berarti anda sebaiknya memilih notaris/PPAT yang beroperasi di wilayah tempat rumah tersebut berada. Pilih notaris yang berumur sekitar 40 tahun dan kelihatan bugar.
    Umur 40, biasanya berpengalaman, berhati-hati dan akan lebih panjang umur. Umur panjang notaris bisa jadi penting untuk para ahli waris anda sebagai bahan rujukan mereka bila anda sudah wafat.
  11. Secepatnya bertransaksi, minimal PJB
    Jangan sampai penjual berubah pikiran. Anda akan sangat kecewa.
    Akan membuang waktu, energi, biaya dan emosi yang…..
    tidak hanya milik anda, tapi juga orang dekat anda…
  12. Pilihlah broker property yang dapat dipercaya untuk membantu kelancaran transaksi anda Tidak ada salahnya bagi anda memakai jasa agent property dalam memilih rumah yang anda inginkan, karena selain memiliki berbagai macam alternative pilihan bagi anda, merekapun dapat membantu anda dalam proses transaksi & dkumentasi. Pilihlah agent property yang telah berbadan hukum dan dapat dipercaya sehingga dapat membantu anda dalam kelancaran proses transaksi.
(sumber : http://www.sejutablog.com & lainnya)

Wednesday, October 3, 2012

Tips Cara Beli Rumah Tanpa Uang

Kontan (Cerdik Kredit KPR)



Membeli rumah tidak harus dengan uang sejumlah yang diminta oleh penjual atau pengembang. Jika suatu rumah harganya adalah 250 juta, maka tanpa uang 250 juta plus-plus pun kita bisa memiliki rumah itu. Harga rumah makin hari makin naik terus, sehingga anda pun harus segera membeli rumah sekarang juga jika memenuhi persyaratan. Jika anda pilih menabung, maka belum tentu saat terkumpul uang 250 juta rumah itu masih dijual dan harganya mungkin sudah 1 milyar lebih.
Beli rumah tanpa uang dalam hal ini maksudnya adalah anda tidak perlu membayar penuh harga rumah yang dijual namun bisa jadi anda hanya bayar pajak pembeli bphtb, biaya notaris, biaya taksasi, dan biaya-biaya lainnya. Biasanya di perbankan diwajibkan kita membayar uang muka 10% s/d 40% dari harga jual rumah.
1. Survey bank-bank yang memberikan layanan kredit kepemilikan rumah (KPR) dan pastikan anda memenuhi syarat untuk bisa mendapat kredit dan gambaran berapa maksimal harga rumah yang bisa diambil. Pelajari berkas apa saja yang harus disiapkan, lalu amankan di tempat yang aman. Bank syariah biasa jadi pilihan tepat karena cicilann
2. Cari rumah yang dijual sangat murah (dijelaskan dalam artikel lain di organisasi.org) dan anda ingin memilikinya. Misal ada yang jual rumah 100 juta karena sedang butuh uang mendesak. Maka kita minta petugas bank untuk melakukan penilaian terhadap rumah tersebut. Jika nilai taksiran rumah baik tanah dan bangunan total jeuh lebih tinggi dari harga yang diberikan penjual rumah seken, maka anda berhasil (misal taksasi bank 250 juta). Selain rumah bekas, jika ada pengembang rumah baru yang memberi kredit tanpa dp maka itu juga bisa.
3. Hubungi penjual dan lakukan kesepakatan untuk membeli rumah itu dengan cara anda pinjam uang ke bank, di mana nanti pihak bank yang membayar penuh harga rumah kepada pembeli. Sepakati harga dan bila perlu bayar tanda jadi atau dp agar si penjual tidak menjual rumah itu kepada orang lain sesuai waktu yang telah ditetapkan. Pastikan ada surat-surat rumah asli yang disimpan penjual rumah secara lengkap dan baik.
4. Hubungi bank kpr yang anda pilih dan ajukan permohonan kredit kpr dengan harga rumah sesuai taksiran bank yaitu 250 juta. Ajukan kredit 100 juta saja sesuai harga rumahnya dan akui bahwa yang 150 juta telah dibayarkan ke penjual sebagai tanda jadi dengan bukti terlampir. Maka nantinya anda hanya perlu mengeluarkan uang dalan rangka angsuran rutin bulanan tanpa uang muka. Setelah semua selesai maka anda hanya bayar cicilan bulanan saja dan biaya-biaya lain, tanpa dp.
Sekian terima kasih, semoga berhasil! Silahkan beri tambahan jika ada yang kurang.

Friday, September 28, 2012

APARTEMEN LANDMARK RESIDENCE DI BANDUNG

KJ

PERUMAHAN BUAH BATU SQUARE DI BANDUNG

DAPATKAN HARGA PERDANA Mulai 1Man.....
 PERUMAHAN
BUAH BATU SQUARE 
DI BANDUNG
Tempat Terbaik Untuk Mewujudkan Mimpi dan Masa Depan Anda


Merupakan suatu kawasan yang sangat strategis di Kota Bandung dengan konsep Hunian Terpadu serta Area Commercial :

Investasi Pasti Menguntungkan…!!

Perumahan Buah Batu Square Merupakan konsep perumahan serta pemukiman modern, luas lahan yang digunakan 10Ha, Posisi yang sangat strategis untuk usaha maupun tempat tinggal karena jalan / daerah Buah batu merupakan Mainroad yang sangat dekat dengan berbagai fasilitas Modern, seperti Akses TOL, Mall, Rumah Sakit, Universitas Terkemuka, POM Bensin, dan Masihbanyak lainya

PERUMAHAN BUAH BATU SQUARE BANDUNG
memberikan keunggulan
LOKASI STRATEGIS - DESAIN MODERN - INVESTASI MENGUNTUNGKAN - AREA KOMERSIAL - HUNIAN TERPADU

Akses TOL tercepat, hanya 1 menit dari pintu TOL Bauh Batu Bandung
Bebas Banjir, Keamanan 24 Jam, Club House & Kolam Renang, Tempat Ibadah, Jaringan TV Kabel, High Speed Internet

Perumahan Buah batu square terdiri dari Ruko, Rumah, dan perkantoran.
Mengapa Perumahan buah batu square..??
1. Lokasi sangat strategis (samping exit tol buah batu)
2. Deplover sangat terpercaya dan bangunan berkelas (istana Group)
3. Terdapat banyak fasilitas yg memudahkan para penguhuni di buah batu square
+ 2 lantai
+ area taman yg luas
+ sarana ibadah (mesjid)
+ komersial area (transmart) masih dalam negosiasi
+ 100m ke YOGYA supermarket
+ kolam renang
+ tempatbolah raga

TIPE - TIPE PERUMAHAN BUAH BATU SQUARE BANDUNG

PERUMAHAN TIPE LEBAR 6
PERUMAHAN TIPE LEBAR 8
PERUMAHAN TIPE LEBAR 10
TIPE RUKO BUAH BATU SQUARE

  • TIPE 78/79 & TIPE 78/81
  • TIPE 103/176

    SEWA APARTEMEN GATEWAY AHMAD YANI BANDUNG HARIAN / BULANAN / TAHUNAN & JUAL SECONDARY / PRIMARY APARTEMEN GATEWAY AHMAD YANI BANDUNG

    MENGELOLA / MENJUAL / MENYEWAKAN
     APARTEMEN GATEWAY AHMAD YANI BANDUNG
    Jalan ahmad Yani no.669, Bandung

    Sewa Apartemen Gateway Ahmad Yani Bandung
    Harian/  Bulanan/ Tahunan
    Furnish/Unfurnish
    catatan: stock unit.. tergantung ketersediaan sewaktu pemesanan 

    Untuk Info, Reservasi dan Pemesanan bisa Hubungi:

    0813 2275 1558 (Phone & WA )
    Pin BB: 2BAA3628
    TIPE - TIPE  UNIT 
    APARTEMEN GATEWAY AHMAD YANI BANDUNG


    1. Studio ( Apartemen 1 Kamar )
    Apartemen Dengan Satu Ruangan ini, Sangat Cocok Untuk tempat tinggal yang single atau pasangan Muda
    - Denah Apartemen Tipe Studio

     2. Apartemen 2 Kamar 
    Di Apartemen Gateway Ahmad Yani Bandung, Untuk Tipe 2 Kamar Memiliki Beberapa Macam yaitu : a) Apartemen 2 kamar Luas 36m2, b) Apartemen 2 kamar luas 40m2, c) Apartemen 2 kamar luas 47m2, Apartemen 2 Kamar Luas 49m2, Apartemen Tipe 2 Kamar Ini Sangat Cocok Untuk Keluarga2 Kecil Anak 1 atw Anak 2, 
    - Denah Unit Apartemen


     3. Apartemen gateway ahmad yani bandung tipe 3 Kamar

    Untuk Tipe 3 kamar, Apartemen Gateway Ahmad Yani ada 3 tipe: a) Tipe 3 Kamar Luas 53m2 : (1Kamar Mandi, 3 Kamar Tidur, 1 Living Room, dapur dan 1 Balkon )
    b) Tipe 3 Kamar Luas 61m2 : (2 Kamar Mandi, 3 Kamar Tidur, 1 Living Room, dapur dan 2 Balkon )
    c) Tipe 3 Kamar Luas 63m2 : (2 Kamar Mandi, 3 Kamar Tidur, 1 Living Room, dapur dan 2 Balkon )

    Apartemen 3 Kamar ini Keluarga Sedang dengan 2 Anak atau 3 Anak

    Denah untuk 3 Kamar Apartemen Gateway Ahmad Yani Bandung:


    4. Apartemen Gateway Ahmad Yani Bandung Tipe 4 Kamar

    Untuk 4 Kamar Di apartemen Gateway Ahmad Yani Bandung hanya memiliki 1 Tipe yaitu tipe 72, Apartemen Tipe ini memiliki : 2 Kamar Mandi, 4 Kamar Tidur, 1 Livingroom, 1 Dapur, dan 2 Balkon:

    Denah Apartemen Gateway Ahmad Yani Bandung Tipe 72:


    catatan: stock unit.. tergantung ketersediaan sewaktu pemesanan 


    Contact Person:
     
    0813 2275 1558
    022-9234 0619

    Pin bb:
    2BAA3628

    kirim Email ke:
    dwi.ab28@ymail.com

    DENAH  UNIT APARTEMEN GATEWAY AHMAD YANI  BANDUNG




    FASILITAS APARTEMEN GATEWAY AHMAD YANI BANDUNG
      Komersial Area / Foodcourt, Parkir Basement, Acces Card , Security 24 Jam, Laundry, Cctv , Jogging Track, Lapang Basket, Play Ground, Tenis Meja , Kolam Renang (Kolam Dewasa dan Kolam Anak),  Roof Garden, Sky Garden , mini market,ALFA & INDOMART )ATM ( BCA & NIAGA ) Tempat Ibadah (Mesjid), Ruang Pertemuan 


        Powered byEMF Online Survey