Pages

Showing posts with label jogja. Show all posts
Showing posts with label jogja. Show all posts

Thursday, February 20, 2014

Meemilih Lokasi Apartemen yang tepat


Jangan terburu nafsu langsung membeli apartemen untuk berinvestasi, ada banyak poin yang perlu dicatat sebelum Anda membeli agar investasi ini benar-benar menguntungkan. Jika Anda menemukan apartemen yang menarik minat, Anda harus cermat dan harus sedikit cerewet menanyakan detail produk dan fasilitas hunian vertikal itu pada sales force mereka. Hal-hal berikut ini penting untuk Anda cermati.

SILAHKAN INVITE
untuk mendapatkan info2 dan tips2 
APARTEMEN JOGJA 
PROPERTI JOGJA 
TANAH DIJUAL JOGJA 
- PIN 5A95B6F3

1.    Lokasi
Kembali lagi kepada masalah lokasi, jika bicara tentang investasi di bidang properti maka lokasi akan menjadi faktor penting dari peningkatan nilai investasi Anda. Untuk itu kenali lokasi-lokasi dari apartemen yang ditawarkan, lakukanlah survei lapangan apakah lokasi apartemen itu sendiri atau wilayah sekitarnya rawan banjir atau bencana lainnya.

Berkaitan dengan lokasi juga berhubungan dengan akses menuju tempat itu. Apakah tempat itu mudah dicapai, adakah kendaraan umum yang melewati bangunan tersebut, dan juga bagaimana kondisi jalan menuju kesana. Anda juga perlu melihat kondisi lingkungannya, apakah lokasinya tenang atau tepat disamping jalan tol, jalan raya atau jalur kereta yang bising; kebanyakan orang ingin tempat tinggal yang tenang, dengan akses kendaraan umum yang mudah dan juga adanya penunjang lainnya seperti adanya toko, supermarket atau restoran di dekat apartemen tersebut.

2.    Gaya arsitektural
Jika bicara beli produk, biasanya awal yang kita lihat adalah kemasannya. Di abad 21 ini, kemasan dari properti adalah gaya arsitekturalnya, walau sebenarnya hal itu saat ini banyak yang berupa polesan saja. Namun dengan membeli apartement dengan gaya arsitektural yang menarik, hal itu akan memberi nilai tambah pada investasi Anda.

3.    Fasilitas
Saat ini banyak apartemen menawarkan bermacam-macam fasilitas sebagai bonus opsional baik bagi pembeli ataupun penyewanya. Perhatikan seperti fasilitas untuk parkir, lift, keamanan, dan juga fasilitas olahraga seperti gym, kolam renang. Fasilitas ini nantinya akan menjadi nilai tambah saat ada yang menyewa apartemen tersebut.

4.    View
Tahukah Anda bahwa apartemen dengan pemandangan yang bagus sekalipun berukuran studio bisa memiliki harga jual yang lebih bagus daripada apartemen yang berukuran lebih besar namun pemandangannya terhalang oleh tembok dari bangunan lain? Selain pemandangan dari jendela atau balkon, Anda juga harus pastikan pencahayaan dari sinar matahari yang masuk. Pemandangan ke arah danau atau pantai ataupun kearah perbukitan akan menjadi nilai plus tersendiri.

5.    Layout
Kadang kita berpikir apartemen tipe studio akan sangat kotak dan tidak menarik, tetapi jika layout-nya atau tata letaknya tepat maka ruangan tersebut dapat sangat nyaman dan terlihat indah. Jika Anda membeli apartemen dalam keadaan kosong mungkin akan sangat fleksibel dalam mengatur layout ruangan. Namun jika sudah all-in, maka perhatikan tata letaknya dan apakah jika melakukan renovasi akan membutuhkan biaya besar atau tidak.

6.    Dikelola oleh manajemen yang berpengalaman
Cari tahu dan cermati pihak pengelola apartemennya, apakah memiliki reputasi terbaik. Anda bisa mengetahuinya dengan melihat jaringan yang dibangun oleh pihak tersebut. Pilih pengelola yang mempunyai jaringan internasional karena biasanya mereka mempunyai jaminan kesuksesan memasarkan apartemen dan menaikkan nilai investasi.

7.    Pilihlah minimal 2 kamar tidur
Ketika ekspatriat berencana untuk tinggal menetap di apartemen, kebanyakan dari mereka akan menggunakan minimal dua kamar tidur. Karena mereka biasanya akan membawa keluarga ataupun relasi. Jadi jika Anda dapat menyediakan dua kamar tidur ini, nilai apartemen Anda akan lebih tinggi untuk diinvestasikan daripada apartemen dengan satu.

Tuesday, June 25, 2013

Guest House Sebuah Pilihan Usaha Yang Prospek

Guest House Sebuah Pilihan Usaha Yang Prospek


Apakah anda memiliki asset berupa rumah ditengah kota? Letak strategis? Tidak sedang anda gunakan?  Kenapa tidak anda bisniskan? Jadikan RUMAHKITA Guest House yang menguntungkan, rumah anda yang tadinya tidak terurus, menganggur dan malah makan biaya perawatan, akan menjadi mesin uang anda.

Guest House merupakan investasi Hotel dalam sekala kecil namun memiliki pelayanan setara dengan Hotel sehingga tamu yang menginap di Guesthouse akan merasakan pelayanan seperti pelayanan hotel namun tetap merasakan suasana keluargaan seperti dirumah sendiri.

Anda tertarik menjadikan rumah anda menjadi RUMAHKITA Guest House?

1. Kami mengelola dan menjalankan bisnis Guest House secara syariah dimana  tamu yang tidak muhrimnya tidak boleh dalam satu kamar, tidak boleh ada praktek narkoba didalam kamar, serta peraturan untuk tamu dimana bagi tamu kamar yang beda jenis kelamin tidak diperkenankan masuk ke kamar melainkan hanya di ruang tamu yang sudah disediakan.
2. Property anda yang tadinya tidak produktif akan menjadi penghasil uang anda bahkan akan menghasilkan profit lebih dari 200% dibanding jika anda kontrakan/sewakan.
3. Management akan mengelola 100% (sepenuhnya) termasuk management keuangan dan mencatat secara system terpercaya dimana pemilik rumah akan menerima laporan keuangan dan hasil ditransfer langsung sesuai dengan kesepakatan bersama.
4. Investasi terjangkau
5. Ditangani oleh adalah orang-orang terlatih dan professional serta berpengalaman di Hotel berbintang.
6. BEP yang relatif cepat.
7. Pemasaran dan promosi melalui media masa, kerjasama travel, internet,serta kerjasama dengan berbagai perusahaan.
8. Aman, terpercaya serta jujur, tanggung jawab dan professional


PERSYARATAN
Dan untuk menunjang kelancaran operasional guesthouse, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi pemilik yaitu ;

1. Memiliki properti berupa rumah dengan minimal 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, 1 ruang makan atau ruang keluarga.
2. Daya listrik minimal 1300 watt.
3. Memiliki modal yang cukup sebagai investasi awal.
4. Memahami alur bisnis seperti resiko keuntungan maupun kerugian.
5. Menandatangani perjanjian kerjasama

Dengan pemasaran yang professional, tingkat hunian RUMAHKITA GuestHouse diharapkan selalu terisi minimal 75% perbulan atau jika dihitung berdasarkan hari X 75% maka dihasilkan sebanyak 22 hari Guest House terisi oleh tamu. Jika harga rata-rata Rp. 500.000,- maka akan diperoleh pendapatan selama 22 hari sebesar Rp. 11.000.000,- .  bagaimana? Apakah anda tertarik untuk bisnis RUMAHKITA Guest House??

Sunday, March 17, 2013

Belajar Bisnis Properti! Yuk!




Apa yang ada dalam benak anda tentang bisnis properti? Modal besar? Urusan birokrasi yang rumit? Alur kerja yang njelimet? Pemasaran yang fantastis? Atau menjadi broker atau RCTI (Rombongan Calo Tanah Indonesia; hehehe, gak apa-apa yang penting halal)? Boleh-boleh saja dan sah-sah saja. Tapi tips berikut akan merubah pola pikir anda! Baca dengan teliti dan simak baik-baik…
Think Big, Start Small, Act Now
Entah siapa yang memopulerkan kata-kata tersebut di atas. Tapi bagi saya, susunan kata tersebut memberi energi positif yang sangat besar. Untuk memulai bisnis properti memang dibutuhkan pemikiran yang besar, namun kadang kita terjebak bahwa pemikiran besar kita membutuhkan usaha yang besar pula. Sungguh tidak!
Runtutan berikut ini akan memberikan gambaran kepada anda bahwa untuk berbisnis properti sangat bisa dimulai dari hal yang kecil. Menjadi broker misalnya. Tapi keuntungan anda tidak seberapa. Bagaimana kalau saya berikan tips untuk menjadi developer / pengembangan perumahan dalam skala kecil. Empat, lima, enam rumah, bahkan satu rumah pun bisa menjadikan dan menghantarkan anda menjadi developer kelas wahid. Ingat cukup satu rumah! Namun untuk mewujudkan impian besar anda, jangan hanya berhenti di satu rumah saja. Fokus dan kontinuitas sangat dibutuhkan di sini.
Dengan anda membidik perumahan kecil, anda tidak akan berhubungan dengan birokrasi perijinan yang rumit. Di beberapa daerah batasannya berbeda-beda. Biasanya di atas 4 kapling, anda sudah wajib menempuh perijinan mulai dari fatwa lahan sampai dengan ijin lokasi. Sedangkan maksimal 4 kapling, anda cukup mengajukan Ijin Mendirikan Bangunan atau IMB. Ini akan menekan jumlah modal yang musti anda keluarkan.
Modal Tidak Harus Besar
Modal! Ya! Modal tidak harus besar. Syukur-syukur anda sudah memiliki tanah kapling yang siap bangun. Entah itu milik orang tua anda, sahabat anda atau orang lain yang mau bekerjasama dengan anda. Anda tidak perlu membeli kapling siap bangun kan ?! Tinggal buka koran, cari iklan baris bertajuk TANAH DIJUAL, telepon dan sampaikan tujuan anda. Singkat cerita, anda sudah “memiliki” kapling siap bangun.
Untuk membangun rumahnya dengan uang siapa? Gampang. Jangan kalah akal. Apabila tanah sudah dikuasai, anda tinggal pasarkan berikut desain rumahnya. Tetapkan saja uang muka penjualan sebesar 30% dari harga jual. Itu sudah mencukupi modal anda untuk membangun rumah.
Logikanya dari mana? Begini, misal anggaran pembangunan rumah adalah 2 juta/m2. Misal anda menjual tipe 45 m2, sehingga total biaya bangunan adalah 90juta. Harga jual tipe 45 misalnya 250 juta. Artinya 30% dari 250 juta adalah 75 juta. Artinya 75juta adalah 83,33% dari 90juta. Are we going to play a hard cash? Oh no… jelas tidak. Manfaatkan tenaga kontraktor sehingga kita bisa membayar kontraktor dengan progress. Kekurangan pembayaran bisa kita cadangkan dari pencairan KPR yang sebesar 175juta.
Think! Bagaimana jika kontraktor bersedia dibayar turn key, sampai dengan serah terima kunci, sang kontraktor baru menerima pembayaran? Artinya 75juta adalah MURNI UANG ANDA! Kontraktor dibayar dengan pencairan KPR yang bisa kita siasati dengan apa yang biasa disebut STANDING INSTRUCTION atau instruksi pencairan KPR dimana menyebutkan sejumlah dana untuk ditransfer ke rekening kita dan kontraktor.
Desain rumahnya dari mana? Itu mah gampang. Anda tinggal browsing di internet atau mengkoleksi brosur perumahan yang memang laku keras, anda tinggal pilih dan tentukan yang sesuai dengan tanah anda. Jika anda memiliki kepiawaian menggunakan program desain, anda bisa kerjakan sendiri. Atau anda tinggal bayar konsultan. Selesai!
Perhitungan Sederhana
Ingat, kita adalah developer kecil-kecilan. Perhitungannya pun sederhana sekali. Misal tanah seluas 100 m2 dihargai 300ribu/m2. Sehingga harga tanah adalah 30 juta. Bangunan tipe 45 seperti hitungan di atas adalah 90 juta. Artinya modal anda adalah 120 juta. Survey harga rumah yang setipe dengan rumah anda. Misal harga tipe 45 di sekitar lokasi anda adalah sebesar 300 juta. Logika sederhana, jika anda menjual rumah anda dengan harga 250 juta laku tidak? Keuntungan anda kotor anda adalah 130 juta bukan?
Jika anda memodali seluruhnya yakni sebesar 120 juta artinya anda mempunyai keuntungan kotor 108,33%. Padahal konsumen memodali anda 75 juta (ingat uang muka), artinya anda hanya memodali 45juta yang artinya anda mempunyai keuntungan kotor 288% dari modal anda. Padahal tanah yang anda kuasai adalah tanah kerjasama dengan sahabat anda seharga 30juta (ingat harga tanah), artinya modal anda cukup 15juta, artinya keuntungan kotor anda 866,67%. Nabung dimana dengan 15 juta bisa menghasilkan 866,67%? Fantastis kan?
Padahal (lagi) kekurangan anda sebesar 15 juta untuk pembayaran kontraktor akan anda bebankan dalam pencairan KPR, artinya modal anda 0 rupiah!!! Ehmm yang ini sedikit tidak masuk akal. Walau bagaimanapun, anda pasti akan keluar modal, tapi semangatnya adalah MODAL TIDAK HARUS BESAR!
Alur Kerja Mudah
Alur kerja ini bisa dipahami jika anda mengetahui siapa stake holder anda. Anda akan berhubungan dengan pemilik tanah, kontraktor, konsumen, rekanan bank, dan birokrasi. Sebagian besar sebenarnya sudah terbaca dari tulisan-tulisan di atas. Saya singkat sebagai berikut :
Pemilik tanah – Pemasaran – Kontraktor — Perbankan
Dengan pemilik tanah, anda musti mempersiapkan perjanjian perikatan jual beli (notaril bila diperlukan). Ini adalah langkah awal. Langkah kedua adalah memasarkan produk anda. Anda bisa memasarkan dengan brosur, iklan di media massa atau mailing list. Jika terjadi kesepakatan dengan pembeli, anda musti mempersiapkan perjanjian perikatan dengan pembeli / konsumen.
Rangkaian pemasaran selain perjanjian dengan konsumen adalah penagihan uang muka, persetujuan desain rumah dan proses persyaratan KPR (kredit pemilikan rumah) di bank.
Apabila sudah terpenuhi, maka anda musti mengundang kontraktor yang akan membangun. Perjanjian dengan kontraktor juga musti dibuat. Biasanya termaktub di dalamnya adalah gambar kerja, spesifikasi bangunan, harga kontrak pembangunan, cara pembayaran, jangka waktu pembangunan dan target pembangunan.
Setelah rumah selesai 100%, anda bisa memproses pencairan KPR di bank. Di sinilah anda musti mempersiapkan legalitas dengan konsumen, legalitas rumah yakni dengan proses jual beli di notaris, berikut juga IMB.
State Mission, Fokus dan Kerja Cerdas
State mission sebenarnya adalah kalimat yang menggugah pertama kali yakni Think Big. Berpikir besar! Tujuan anda tentunya tidak hanya berhenti dengan menjual 1 rumah saja bukan. Hanya dengan menjual 1 unit rumah SAJA belum tentu akan membuat anda bisa mapan.
Jadi tetapkan tujuan anda, misalnya tujuan anda adalah mendapatkan pasive income dari properti. Sungguh, bukan hal mustahil. Dengan keuntungan 1 unit rumah, anda sudah bisa membeli 1 aset rumah kelas RSS dan anda bisa mendapatkan passive income dengan menyewakan rumah tersebut.
Atau tujuan anda misalnya menjadi developer perumahan terbesar di kota anda. Maka jadikanlah bisnis kecil anda ini adalah kurva belajar menuju sesuatu yang anda cita-citakan.
Atau anda ingin mendapatkan passive income dengan mengikuti bisnis properti berjaringan. Anda tinggal taruh keuntungan anda tersebut dalam bisnis properti berjaringan, sembari terlibat dalam operasional yang tentunya akan meningkatkan kemampuan anda berbisnis properti. Tujuan ini juga tidak mustahil.
Artinya anda memang harus fokus dan bekerja cerdas agar state mission yang sudah anda cita-citakan sejak awal akan terwujud.
Demikian sekelumit ilmu yang ingin saya sampaikan kepada semua. Tentu ini tulisan ini sangat terbatas, namun saya bersedia untuk berdiskusi panjang di YM : aryodiponegoro. Jika anda memang benar-benar berminat, silahkan bergabung dengan milist YukBisnisProperti@yahoogroups.com dengan mengirimkan email kosong ke YukBisnisProperti-subscribe@yahoogroups.com atau klik link berikut FeedBurner untuk mendapatkan RSS Feed dari blog ini.
Selamat, anda telah menjadi pengusaha properti! Salam!

Tuesday, January 8, 2013

FAKTOR KUNCI KREDIT RUMAH
Oleh: Mike Rini 


Dikutip dari Danareksa.com 

Membeli rumah mereka melalui kredit rumah, bisa jadi merupakan ikatan, komitmen atau perjanjian hutang piutang terbesar dan terpanjang yang mungkin pernah Anda putuskan. Karena harga rumah yang mahal maka semakin besar pula kredit rumah yang dibutuhkan dan semakin panjang pula waktu untuk mengembalikannya, biasanya berlangsung sampai antara 10 sampai 15 tahun dari hidup Anda.
Jika kita perhatikan saat ini di pasaran kredit rumah telah banyak terjadi perubahan. Kredit rumah yang banyak disuplai dari bank telah membuat berbagai penawaran yang variatif untuk menarik minat masyarakat agar mau mengambil produk kredit rumahnya. Kenyataan bahwa telah terjadi perubahan di dunia perbankan, dimana banyak pemain lama yang kandas dan adanya pemain baru yang muncul juga semakin menambah suasana kompetisi yang panas. 

Dengan semakin banyaknya pilihan kredit rumah ini seharusnya memang semakin menguntungkan bagi kita para calon konsumen. Sayangnya mendapatkan kredit rumah dari bank tidak menjadi lebih mudah dari tahun ke tahun. Untung saja, kita tidak harus membuat antrian panjang di bank untuk mengajukan kredit rumah. Walaupun demikian, proses persetujuan kredit rumah tetap saja harus melalui berbagai tahap proses penyaringan. 

Kerumitan itu bahkan terus bertambah dengan macam-macam proses administrasi dan legalisasi yang memang sudah satu paket yang tidak terpisahkan dengan kredit rumah. Belum lagi biaya-biaya seputar transaksi pembelian rumah berikut biaya pengikatan kreditnya, serta biaya administrasi lainnya. Tidak heran jika banyak orang menganggap proses mendapatkan kredit rumah itu sangat panjang dan rumit.
Namun, jangan putus asa, memilih kredit rumah yang sesuai dengan Anda tidak sesulit yang Anda bayangkan, dan berharap agar permohonan kredit rumah Anda disetujui bukanlah tidak mungkin, jika Anda menjalankan beberapa langkah dasar berikut ini. 

Saya membutuhkan pinjaman untuk membeli rumah.

Darimana saya harus mulai ?
Area paling penting yang pertama kali harus Anda analisa adalah kemampuan finansial Anda. Tidak ada gunanya jika Anda memaksa meminjam di luar kesanggupan Anda mengembalikannya. Jika Anda melakukannya juga, Anda mungkin berakhir dengan memiliki rumah impian Anda, namun menderita secara finansial ketika dari waktu ke waktu mencoba memenuhi kewajiban pembayaran cicilan kredit rumah yang terlalu besar sambil berusaha sekuat tenaga memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari yang cenderung meningkat tiap tahun.

Jadi bagaimana saya memastikan bahwa saya mengambil kredit rumah yang tidak akan membayakan kondisi keuangan saya ?
Pada umumnya bank-bank sebagai pihak yang memberikan pinjaman atau sebagi pihak kreditur akan membantu Anda menghitung berapa jumlah pinjaman kredit rumah yang berada dalam wilayah kesanggupan finansial anda. Ketika menganalisa kesanggupan Anda dalam meminjam, bank bisanya menggunakan 5 faktor sebagai pertimbangan dalam menentukan berapa besarnya pinjaman.

Lima faktor itu adalah, penghasilan Anda saat ini, jumlah hutang yang berjalan dan berapa jumlah cicilan hutangnya per bulan, besarnya pembiayaan sendiri, sejarah hutang Anda sebelumnya, dan keberlangsungan penghasilan Anda.
Dengan mengetahui ke 5 faktor kunci ini, diharapkan bisa membantu Anda memperkirakan terlebih dahulu berapa besarnya jumlah kredit rumah yang sanggup Anda pinjam dan yang bisa disetujui bank Anda.
  1. Penghasilan
    Untuk menghitung berapa besarnya maksimal pinjaman yang bisa diberikan berdasarkan penghasilan saat ini, biasanya bank menggunakan metode yang sederhana saja yaitu menggandakan penghasilan utama ditambah penghasilan ke dua, yang biasa dikenal dengan metode “ tiga ditambah satu “. Jadi jumlah pinjaman maksimal adalah “3 kali penghasilan utama pertahun, ditambah satu kali penghasilan ke dua per tahun”. Contohnya begini jika, jika pasangan suami istri mengajukan kredit rumah, dimana penghasilan suami Rp 5 juta perbulan atau Rp 60 juta pertahun, dan penghasilan istri Rp 3 juta per bulan atau Rp 36 juta per tahun, maka bank kemungkinan akan bisa memberikan maksimal pinjaman sampai dengan jumlah Rp 216 juta. Namun jika Anda masih single maka yang diperhitungkan adalah penghasilan utama saja sebab belum memiliki joint income dengan pasangan.
    Jenis penghasilan yang dipertimbangkan oleh bank bervariasi, namun secara umum penghasilan yang rutin dan terjamin atau sudah pernah diterima secara rutin dimasa lalu-lah yang diperhitungkan. Sebaliknya penghasilan yang tidak rutin atau sesekali saja seperti uang lembur, kemungkinan besar akan diabaikan.
    Bank juga akan membutuhkan bukti tertulis yang bisa memverifikasi penghasilan Anda dan untuk mengecek kebenarannya kemungkinan akan langsung bertanya kepada perusahaan pemberi kerja Anda. Bukti tertulis yang diminta berupa slip gaji terakhir, surat keterangan lama bekerja, kemudian fotocopy dari buku tabungan Anda selama 3 bulan terakhir. Jika Anda seorang wirausahawan maka data-data keuangan yang diminta biasanya berupa fotocopy rekening tabungan atau giro Anda di bank. Kemudian untuk memverifikasi usaha Anda biasanya juga diminta data-data ijin usaha seperti NPWP, SIUP, TDP, dan lain-lain.
    Namun dengan kriteria ini, apa boleh buat, buat Anda yang penghasilannya kecil maka jumlah pinjaman yang diberikan bank juga kecil, dan semakin besar penghasilan Anda, maka semakin besar pula pinjaman yang bisa diberikan.
  2. Hutang atau kewajiban yang berjalan
    Jika saat ini Anda sudah memiliki hutang yang berjalan, dengan kewajiban pembayaran cicilan hutang bulanan, maka otomatis bank akan mengurangi jumlah pinjaman yang bisa diberikan berdasarkan penghasilan Anda. Hal ini disebabkan kewajiban yang berjalan tadi sudah mengurangi kemampuan Anda dalam mengambil pinjaman berikutnya, juga mengurangi kemampuan Anda dalam membayar cicilan hutang bulanan selanjutnya. Bayangkan jika kita sudah memiliki cicilan hutang saat ini, kemudian ditambah lagi dengan cicilan kredit rumah. Berapa banyak penghasilan kita yang sudah dihabiskan untuk membayar cicilan hutang saja ? Jika cicilan hutang kita terlalu besar, akibatnya kita akan kesulitan membayar pengeluaran rumah tangga lainnya. Bank tidak ingin Anda terus mengalami kesulitan likuiditas ini selama dalam masa pembayaran kredit rumah Berapa besar jumlah pinjaman kredit rumah yang akan disesuaikan akan tergantung dari besarnya jumlah hutang yang berjalan ini.
    Penyesuaian biasanya dilakukan dengan dua pendekatan – bank akan mengurangi jumlah pinjaman kredit rumah, atau menyesuaikan besarnya jumlah cicilan bulanan. Batas maksimal total cicilan hutang bulanan sebuah keluarga yang dianggap aman oleh bank adalah sebesar 30% saja dari total penghasilan bulanan keluarga. Berdasarkan metode kedua maka bank akan menyesuaikan besarnya jumlah cicilan kredit rumah, agar jika ditambahkan dengan cicilan hutang sebelumnya jumlahnya tidak melebihi batas maksimal tadi. Kesimpulannyanya semakin banyak hutang Anda yang berjalan, maka semakin kecil kemungkinan mendapatkan pinjaman baru dari bank atau tidak sebesar yang Anda inginkan.
  3. Besarnya pembiayaan sendiri
    Terlepas dari faktor penghasilan seseorang, maka besarnya jumlah kredit rumah juga disesuaikan dengan harga rumah yang akan dibeli. Namun pada umumnya bank tidak memberikan 100% pinjaman berdasarkan harga rumah, namun rata-rata sekitar 70%nya saja dari harga rumah, sisanya harus dibiayai sendiri oleh Anda.Pada kenyataannya saat ini beberapa bank bahkan mau membiayai sampai sebesar 80% hingga 90% dari harga rumah. Bank memang meminta calon peminjam untuk turut membiayai pembelian rumahnya, yang dianggap sebagai uang muka yang dibayarkan kepada penjual rumah. Uang muka ini harus Anda siapkan sendiri, sehingga walaupun Anda membeli rumah dengan kredit rumah, Anda tetap harus mempersiapkan sejumlah uang tunai untuk sisa harga rumah yang tidak dibiayai bank. Semakin besar kemampuan pembiayaan sendiri, maka semakin kecil pula risiko untuk bank, sehingga semakin besar peluang Anda mendapatkan kredit rumah. Namun dilain pihak, jika jumlah pembiayaan sendiri semakin besar maka jumlah pembiayaan dari bank semakin kecil.
  4. Sejarah hutang sebelumnya
    Jika Anda pernah memiliki sejarah hutang yang kurang baik sebelumnya, maka jangan heran jika pada saat ini lebih sulit bagi Anda untuk mendapatkan pinjaman bank. Begitu permohonan kredit rumah Anda diterima bank maka bank segera akan mencari data-data sejarah hutang Anda dimasa lalu. Apakah Anda pernah punya cicilan hutang yang macet di tempat lain dan belum selesai sampai sekarang, apakah pernah berurusan dengan pengadilan sehubungan dengan perkara pinjam meminjam. Kebijakan masing-masing bank berbeda-beda dalam menilai dan bertoleransi tentang sejarah hutang masa lalu ini. Jika perkaranya sudah selesai dan Anda telah mengatakan sebelumnya kepada pihak bank sebelum diminta – atau sebelum bank mencari tahu sendiri, mungkin bisa jadi nilai tambah buat Anda dan meningkatkan kepercayaan bank kepada Anda. Yang pasti, besar kecilnya pinjaman yang diberikan akan disesuaikan dengan faktor risiko gagal bayar yang pernah terjadi di masa lalu.
  5. Keberlangsungan penghasilan Anda
    Walaupun kebiasaan berpindah-pindah pekerjaan atau perusahaan tempat bekerja cukup bisa dimaklumi, namun bank lebih menyukai calon peminjam dengan masa kerja yang lebih stabil dengan peningkatan karir yang cukup baik. Paling tidak pada perusahaan yang sekarang ini masa kerja Anda sudah lebih dari 2 tahun dan sudah diangkat sebagai pegawai tetap. Buat Anda yang berwirausaha, maka bank akan sangat mempertimbangkan berapa lama bisnis Anda sudah berjalan.
Alasannya sederhana karena semakin lama usia bisnis tersebut berarti sudah berjalan cukup baik dan lebih berpengalaman untuk bisa bertahan di masa yang akan datang. Minimal 2 tahun dari usaha yang berjalan dinilai cukup aman oleh bank dalam memberikan kredit kepada para wirausahana.
Masa kerja dan status kepegawaian bagi Anda yang karyawan, kemudian lamanya usaha Anda sudah berjala bagi Anda yang pengusaha, merupakan hal-hal yang dipertimbangkan bank sebagai indikasi keberlangsungan penghasilan Anda di masa depan, dan tentunya mempengaruhi kemampuan mengembalikan pinjaman nanti. Intinya semakin terjamian keberlangsungan penghasilan Anda di masa depan, maka kemungkinan bank memberikan pinjaman sebesar yang Anda butuhkan semakin besar.
Salam
Mike Rini
Perencana Keuangan

Thursday, April 29, 2010

Investasi Properti Tanpa MODAL, Membeli Properti TANPA UANG. Apa bisa ?
Beberapa teman agen properti mengajukan pertanyaan tersebut pada saya. Beberapa seminar menawarkan topik "Membeli properti tanpa uang atau Investasi properti tanpa modal". Kalau ditanya, Apa mungkin ? Jawabannya, "Ya mungkin saja".
Pasti ada cara, syarat tertentu yang perlu Anda ketahui sebelumnya. Resiko yang harus dipertimbangkan. Belajar dari pengalaman investor yang lain. Memahami karakteristik bisnis properti. Ditinjau dari sisi Anda sebagai investor dibutuhkan syarat ketentuan sebelum membeli properti tanpa uang.

A. Anda harus memiliki "sesuatu" keahlian, ketrampilan, pengetahuan, jaringan pemasaran, jaringan sosial, franchise, royalti, pengalaman, kekuasaan, historis, citra, nama baik, bisnis, ide bisnis, dll. Membeli properti tanpa uang, artinya Anda melakukan dengan barter.
Anda melakukan kerjasama dengan pemilik properti dengan kemampuan & kelebihan yang Anda miliki. Contoh : Anda seorang kontraktor bekerjasama dengan pemilik tanah, membangun rumah diatas tanah tersebut. Sebelum rumah tersebut dibangun, dipasarkan dalam bentuk gambar dan design.

B. Anda menggunakan dana / uang pihak lain.
Bank, teman, saudara dan orang tua merupakan sumber dana bagi investasi Anda. Membeli properti menggunakan uang pinjaman, tentu harus memilih properti yang memberikan pendapatan secara rutin / bulanan untuk membayar kembali hutang Anda.
Properti yang menghasilkan seperti rumah kos, toko, rumah makan dan bisnis lainnya. Pendapatan dari bisnis tersebut harus mampu menutup angsuran pinjaman atau kredit, sehingga Anda tidak perlu mengeluarkan uang untuk properti tersebut.
Supaya Anda mampu membiayai pembelian dengan hutang, properti harus diperoleh dengan harga semurah mungkin dan bisnis yang melekat pada properti itu resikonya sekecil-kecilnya.
Yang namanya bisnis pasti ada resiko. Sebagai investor Anda harus menghitung resiko, sebelum membeli properti tersebut. Bank biasanya melakukan seleksi secara ketat terhadap pembelian properti (KPR). Penilaian properti oleh appraisal dari bank, penilaian kelayakan calon debitur, kredibilitas dan kapabilitasnya sangat menentukan. Memang tidak mudah, tapi bisa dicoba.

C. Anda harus berusaha keras mencari properti yang cocok.
Tidak mudah mendapatkan properti yang memberi penghasilan rutin & dijual dengan harga yang murah. Dibutuhkan pengorbanan waktu, tenaga dan biaya untuk mencari sampai dapat. Agen properti telah membuat investor properti harus bersaing dengan pembeli yang juga end user / pemakai.

Kesimpulan :
Untuk menjadi investor properti perlu pengetahuan ketrampilan dan pengalaman dalam bidang bisnis properti yang bisa diperoleh melalui profesi / bisnis agen properti, khususnya untuk menjadi investor properti tanpa modal dan membeli properti tanpa uang, perlu pengalaman menjual-membeli properti untuk tidak melakukan kesalahan yang fatal.

Surabaya, Juli'09
Yafet Kristanto

Surabaya, 24 Juli 2009

Penulis: Yafet Kristanto
Disadur dari:
Developed by: Hostnesia